Sunday, December 23, 2007

Satu Kewajiban Telah Tertunaikan

Saya hanya menghitung hari di sini. Satu per satu kawan seangkatan saya sudah mulai meninggalkan Adelaide. Di mulai hari Rabu lalu oleh rombongan Bu Wardah ke Banjarmasin, Sabtu kemarin Bang Ihsan dan keluarga ke Jakarta, hari ini Udin dan rombongan ke Makassar dan seterusnya hingga tiba giliran saya insyaallah Jumat depan.

Tugas sudah tertunaikan. Hari Selasa (18/12) lalu saya dan rekan-rekan telah diwisuda. Sungguh, dulu saya mengira bahwa dalam tradisi akademik di Barat tidak ada prosesi wisuda layaknya di Indonesia. Mungkin saya salah tangkap. Tapi dari cerita beberapa kawan yang pernah mengenyam studi di Barat, mereka hanya “salaman” saja pasca pendadaran, dan setalahnya: selesai! That’s it. Tinggal ambil ijazah dan transkrip. Namun pengalaman di wisuda di negeri Kangguru kemarin menunjukkan bahwa prosesi wisuda formal pun ada di sini. Di Flinders University of South Australia, prosesinya mirip dengan prosesi wisuda sarjana yang saya ikuti di IAIN Walisongo Semarang beberapa tahun silam.

Sama seperti di IAIN, setelah para wisudawan dan tamu undangan berada di dalam ruangan, masuklah rombongan guru besar dan para pejabat universitas disertai alunan musik klasik yang sangat Europe. Hadirin semuanya berdiri. Bedanya dengan wisuda di Semarang dulu, musiknya gamelan Jawa ala raja-raja kraton dan para rombongan guru besar pun berjalan secara perlahan mengikuti alunan musik itu. Di sini tidak. Rombongan Guru Besar berjalan biasa saja, tanpa kawalan menwa (memang nggak ada menwa :)).

Kemudian, belum sampai para professor itu duduk di tempatnya, lagu kebangsaan Australia, Advance Australia Fair, diperdengarkan. Saya lihat beberapa professor komat kamit mengikuti instrumentalia lagu kebanggaan mereka. Yang lain, termasuk wisudawan dan tamu undangan, hanya berdiri dengan khidmat mendengarkan.

Setelah itu, sementara semua orang mengambil posisi duduk, Kanselor Flinders, yakni Sir Eric J Neal, tetap berdiri untuk memberikan pidato pembukaan serta ucapan selamat datang kepada para hadirin. Tidak ada saya lihat model MC yang memandu jalannya acara seperti di Indonesia. Setelah kata sambutan, sang Kanselor langsung meminta wakil Kanselor, Professor Anne R. Edwards, untuk menyerahkan penghargaan (awards) kepada beberapa staf pengajar berprestasi. Bukan pada wisudawan berprestasi seperti di negeri kita. Setelah itu barulah kemudian prosesi wisuda digelar, yakni ketika para wisudawan maju satu per satu, menerima ijazah dan ucapan selamat langsung dari Kanselor. Setelah prosesi usai, pak Kanselor pun langsung memberikan kata penutup, dan kemudian keluar ruangan bersama para guru besar. Hadirin pun berdiri memberikan penghormatan.

Urut-urutan acara yang demikian mirip dengan prosesi wisuda di Indonesia. Hanya sedikit perbedaan yang saya kira dipengaruhi oleh kultur setempat, misalnya nuansa musik. Oh ya, ada lagi bedanya. Meskipun formal, acara di sini tidak terkesan bertele-tele. Tidak ada bagian-bagian acara yang tidak ada hubungannya secara langsung dengan prosesi wisuda, seperti pementasan seni dan juga, doa penutup! Tapi di sini garing. Nggak ada makanan dan kotak snack bagi tamu undangan. Kalau di Indonesia, acara formal semacam ini, pasti ada makanannya. Setidaknya minuman. Ya, saya tidak mengatakan mana yang baik, tapi ini memang soal kultur yang mempengaruhi dan memberikan karakter tersendiri bagi prosesi wisuda di suatu tempat.

Pelepasan fakultatif seperti yang saya alami dulu pun ada. Maksud saya, pelepasan tersendiri oleh fakultas atau jurusan masing-masing. Cuma modelnya saja yang beda. Bedanya, pelepasan wisuda di Fakultas Syariah dulu juga formal, layaknya wisuda sarjana di tingkat universitas. Ada protokol, sambutan-sambutan, snack, dan juga doa penutup. Di sini, pelepasan wisudawan di jurusan saya diformat dalam bentuk "farewell lunch". Yakni, semacam makan siang perpisahan. Acaranya digelar lima hari sebelum wisuda, tepatnya tanggal 13 Desember 2007. Tentu saja, yang disebut acara makan siang di sini tidak seperti kita di Indonesia, di mana semua orang duduk bersama dan menyantap makanan berat bersama. Di sini cuma ada beberapa snack ringan, aneka buah, dan beberapa botol juice. Acaranya pun tidak digelar di ruangan tertutup. Tapi di courtyard, yakni sebuah taman terbuka yang dikelilingi oleh bangunan atau gedung model segi empat. Acaranya pun tidak formal. All are welcome. Siapa pun bisa datang. Yang datang langsung saja join, say hello, langsung ambil makanan atau minuman dan kemudian ngobrol sana sini dengan yang lain. Memang, di tengah-tengah acara, kepala jurusan sempat meminta perhatian semua yang hadir untuk sekedar memberikan kata selamat dan perpisahan, serta memberikan kenang-kenangan bagi semua wisudawan. Tapi cuma itu saja. Setelah itu ya kembali makan-makan, foto-foto bersama, dan tukar menukar alamat.

Dan begitulah. Akhirnya selesai semua penantian saya selama dua tahun di negeri ini. Susah senang semua saya jalani. Saya berharap dapat memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang saya peroleh di sini untuk kebaikan masyarakat di negeri saya tercinta, Indonesia Raya. Semoga Allah Yang Maha Esa membimbing dan merahmati. Amien.

3 comments:

  1. Assalamu'alaikum wr. wb.
    Pak Dani, salam kenal. saya Donny.
    Saya baru saja baca tulisan bapak ini dan melihat nama bu Wardah dari Banjarmasin disana. Sehingga saya menduga jangan-jangan kita saling kenal. Saya kenalbu Wardah waktu pelatihan bahasa inggris untuk ADS Awardee. Saya di kelas 3m2. Bapak di kelas mana?
    Saya ambil S2-nya di UWA. Sekarang sedang melanjutkan S3 di UWA (lagi).
    Senang sekali bisa membaca tulisan2 bapak. Mampu mebuka wawasan saya :)
    Salam kenal.

    Donny

    ReplyDelete
  2. Salam, Pak Donny

    Waktu Orientasi, saya dapat 3 bulan di Jakarta, tapi saya minta pindah ke Bali (2005). Jadi mungkin kita tidak ketemu. Saya ketemu Bu Wardah di Flinders, sama-sama masuk Januari 2006.

    Senang berkenalan. Good luck with your studies!

    Salam
    Dani

    ReplyDelete
  3. alhamdulillah, bagus sekali infonya pak,maaf sebelumnya dan lancang pak , kalau boleh apa saya boleh minta CP atau email untuk mempermudah dalam berkomunikasi dengan bapak Dani Muhtada. terima kasih.

    ReplyDelete