Pernahkan anda menerima cek lewat pos? Kalau pernah, saya juga pernah.
Sekitar awal bulan ini saya mendapatkan surat "yang tidak biasa" dari Telstra (semacam Telkom di Indonesia). Saya katakan "tidak biasa" karena bukan seperti surat tagihan bulanan yang biasa saya terima.
Biasanya, tiap bulan saya menerima tagihan dua jenis telepon dari Telstra, yakni tagihan pesawat rumah dan tagihan pesawat seluler. Satu perusahaan telekomunikasi, beda nomor. Saya sangat hapal model dan bentuk suratnya. Boleh dibilang, cuma dilihat amplopnya, tanpa dibuka, kita sudah bisa menduga itu surat tagihan. Tapi tidak dengan yang ini.
Dari kop surat, jelas itu berasal dari Telstra. Tapi diterawang, lewat plastik transparan berisi alamat tujuan, itu jelas bukan surat tagihan. Penasaran, saya buka, ternyata isinya cek berisi kelebihan pembayaran telpon yang bisa dicairkan. .
Saya ingat beberapa waktu lalu, beberapa kali tagihan Telstra (pesawat seluler) memang sepertinya "lebih" dari seharusnya. Tidak banyak memang, mungkin cuma satu atau dua dolar. Yang terakhir memang agak banyak, ada sekitar 9 dolar. Tidak mau ribut, atau tepatnya malas urus, saya bayar saja kelebihan itu (ini bukan berarti saya sok kaya lho). Nah, mungkin akumulasi kelebihan-kelebihan inilah yang membuat cek refund itu kemudian datang. Jumlahnya memang tidak seberapa. Cuma $ 17.37. Tapi bagi saya, ini luar biasa. Ini mengisyaratkan akuntabilitas perusahaan dan komitmennya pada konsumen. Artinya, betapapun kecilnya, hak-hak konsumen masih dianggap penting oleh perusahaan satu ini.
Ah, saya teringat negeri saya tercinta. Apakah yang demikian juga mungkin terjadi di sana ya? Oh, ya. Bukankah salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia punya slogan "Committed 2 U"? Ya, semoga ini mengisyaratkan hal yang sama.
No comments:
Post a Comment